Latest Reviews

Mengatasi rasa benci atau tak suka, pada seseorang yang memberi luka, baik sengaja atau tidak

  Di jaman sekarang ketikkan atau omongan bisa memberi luka, baik sengaja atau tidak.  Karena, hal tersebut banyak orang menyimpan dendam. T...

Selasa, 14 Januari 2020

Mereka adalah bintangku




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj072KM2S5VO61sthyykl4sk3B8rQqQUc1j9pFRSsy0s6VRhUzyvZGABjGprtw8wGgpVtBQx-6ZVtTH0Ec93Yr7oUIu1DswZo8S6SOQ6abpZCWSEYqblO1FcyVgiVaBeQ4fW6wmUm6ARNQ/s320/fredrick1.gif

Sore adalah  waktu puncak hasrat seseorang untuk bergelung manja di kasurnya. Namun tidak semua orang bisa mengapainya.  Waktu  itu kulihat Arsa datang dengan wajah yang merah padam seperti menahan kesal.  

“Kamu kenapa mau sih jadi bahan lelucon mereka?” tanya kesal Arinka membuatku tidak jadi meminum.

“Biarkan saja mereka,” balasku mencoba apatis.  “Mereka masih ramai gosip kamu.” Balasan dari Arsa kesal yang membuat aku tidak nafsu minum lagi. Tanpa sadar kaki ku berlari meninggalkan mereka yang berada dikantin dekat rohis.

“Itu sudah masuk ayo kita kumpul kelapangan, kak!" Aku menolehkan wajah ku

“Pergilah kalian dari sini biar saja aku disini,” balasku pada mereka sambil menyembunyikan mata yang berkaca-kaca pada mereka. Mereka awalnya tidak setuju tapi pada akhirnya mereka menurut.

 

***

Aku bingung dengan seluruh murid disekolahku mereka seperti membenciku. Andaikan kalau aku bukan salah satu murid kesayangan guru dan murid prestasi belum lagi bapakku yang menurut mereka orang terpandang mungkin aku tidak tahu apa yang terjadi padaku. Mereka menbullyku. Aku seperti mainan untuk mereka. Andaikan aku bisa melawan atau mengadu mungkin hidupku tidak sekacau ini. Terutama, bicaraku yang terkadang tidak jelas. Ya, Andaikan saja aku bisa menjadi bintang. Andaikan aku bisa memilih untuk hidup didunia.  Maka aku akan memilih hidup yang lebih baik dari ini.

 

Tidak mungkin aku bisa memilih untuk hidup menjadi apa? Pikiran yang seperti  benang ruwet membuat berpikiran untuk mengakhiri hidupku. Ketika aku mendapat ide tersebut. Aku tersenyum. Kala  menemukan jangkar ditasku datanglah tiba-tiba Shila yang mengagalkan aksiku tersebut.

 

***

“Jangan melakukan itu,” seriunya membuatku kaget dan aku merasakan dia seakan memelukku. Aku hanya bergeming.  “Jangan lakukan itu biarkan saja mereka yang sering berbuat jahat padamu dibalas oleh Allah,” omel Shila padaku yang membuatku tambah menangis hebat.

“Ingat adikmu yang berada jauh disana akan sedih jika kamu melakukan itu. Dan, juga kamu pernah berjanji padaku kalau kamu tidak akan melakukan hal konyol seperti tadi. Lagipula dari dua hal tersebut kamu masih memiliki keluarga yang masih menyatangimu kalau kamu melakukan hal tersebut maka mereka akan lebih sedih dari adikmu yang jauh dari sini dan juga aku.”

 

Ya, aku masih memiliki janji pada Shila bintang keduaku setelah orang tauku. Dan, juga pasti bintangku yang jauh dari sini akan sedih melihatku melakukan hal konyal seperti. Ya, aku masih memilki bintang yang akan menyinari aku disaat aku gelap. 

Rabu, 01 Januari 2020

Perasaan

 

Perasaan itu  ...

Bagai abiotik berbaur air

Tidak terlihat atau mati

Tetapi,  nyata terasa

 

Berefek menimbulkan berbagai hormon,

Semakin rendahnya menguasai perasaan,

Semakin tingginya peluang dikuasai hormon,

Dan terjadinya kemungkinan menyulitkan

 

Dalam jiwa pula mengacung tinggi bendera,

Antara lubuk dan akal

Menubuhkan persona langka 

Senin, 12 Agustus 2019

Rahasia Rosela Part 18 (Malam yang berjuta rasa)




Beberapa hari kemudian

***
Sore.

“Senja,” lirih Hana sambil memandang sekitar tempat kamar rawat Senja. Hana tertegun.
“Di mana dia?” tanya Ririn angkuh sambil berlipat tangan dan berjalan ke masuk ke kamar Senja.
“Wow, seorang ibu yang tega hari ini datang ke sini,” ujar Hana sambil menyeringai.dan menepuk tangan berkali-kali. Ririn tampak suka dengan perilaku Hana. 
“Maksudmu,  apa?” tanya Ririn. Hana tertawa miris sambil menatap sensor Ririn.
“Sudahlah, Rin.  Ayo kita cari di tempat lain!” ajak Retno (Suami Ririn) sambil menyeringai.
“Hey, orang tua paling tega dunia ini gw atas nama Sachana Nigea Zelda Jasmine(sambil memangangi dadanya sambil menepuk berakali-kali) akan menghalanghin kalian yang akan melakukan hal buruk pada Senja  Alterio Ilham Angkasa(sambil menunjuk ke samping)!” seru lantang Hana penuh semangat membara. Ririn dan Retno menoleh lalu bersamaan tertawa meremehkan dan mengangkat bahu acuh tak acuh.  Hana mengambil ponselnya.

***
“Eh, ini aku lagi sama Senja, Han,” tutur Rosela. Sasha tersenyum mendengar percakapan mereka.
“Oh, jadi Senja sama kamu ya?” tanya Hana ragu.
“Iya, Hana,” jawab Rosela. Sasha tersenyum.

***
"Shi*t," umpat Hana kesal.
"Hahahah tidak anak tidak Ayah dan tidak Ibu  dan juga sama aja ya? Cihh, main berdrama mulu. Cieee yang tidak takut kena kurma. Iya, sih kalau itu kurma enak kalau kurmanya yang tidak enak bagaimana? Duh, duh gw bicara sama orang tidak punya hati sama aja tuh bicara dengan pohon pisang," ujar Hana dengan matanya yang berkilat-kilat.  

***
“Senja kamu benar-benar akan melakukan itu?” tanya Mike tak percaya.
“Iya,” jawab mantap Senja sambil menyeringai. Mike menatap Senja entah kenapa? Senja tersenyum simpul.

***
Malam hari yang tampak indah mempersona.

“Bagaimana keadaanmu, sayang?” tanya Nicko. Kesya menatap kebencian. Raisa hanya menghela nafas.
“Gak usah manggil gue sayang, bajingan,” ujar Kesya. Nicko hanya menatap sendu.

***
Tengah malam
Jam cinderela bertepatan berbunyi. Di halaman belakang tampak Mike, dan seorang berjubah tapi di seberang itu ada semak-semak Senja berada di sana.
Satu senti lagi pisau itu menancap ke jantung Mike. Mike hanya bisa berdiam diri sambil menutup mata.

“Arggg!” seru Mike pucat pasi. Tiba-tiba, Senja membuang pisau itu. Seorang yang berjubah itu memandang dengan sorot yang agak ketakutan. Senja memndekatkan jarak ia dan seorang berjubah itu yang sekarang menjadi tak berjarak.

“Hey, gadis manis apa kabarmu?” bisik Senja. Seorang berjubah hitam itu yang ternyata seorang gadis mendorong Senja  untung Senja telah menduga.


“Ehmmm,” dehem gadis berjubah itu. Mike menatap mereka bingung.
“Ahhh, sayangku. Apa kabarmu?” tanya lagi Senja sekarang ia tidak berbisik. Gadis berjubah itu memamdang ke dalam mata Senja begitu pun Senja.
“Aku baik. Bagaimana denganmu?” tanya balik gadis itu. Senja memeluk gadis itu. Gadis itu tak membalas tak juga melepaskan.
“Terheran-heran sayanya kalain punya hubungan apa?” tanya Mike membuat mereka .
“Hanya, sebuah hubungan biasa tapi berjuta rasa,” jawab Senja.
“Lebih ke luka,” sahut gadis berjubah itu datar dan penuh luka. Senja dan Mike terdiam sejenak.
“Abang Mike,” ujar Senja.
“Iya, ada apa?”tanya Mike.
“Abang, aku mau membawa gadis ini ke kantor polisi dulu, ya,” jawab Senja sambil mengedipkan mata kepada gadis berjubah.


***
30 menit kemudian
“Hmmm,” deheman Senja membuat gadis itu menoleh kepada Senja yang sedang memandang fokus jalanan.
“Ada apa?” tanya gadis itu tapi sayang Senja tak mendengarnya di karenakan suara kendaran masih berisiknya.
“Apa, bisa lebih kuat lagi bicaranya!” seru Senja.
“Ada apa Senja!” seru tak kalah nyaring gadis itu.
“Nepi, yuk!” seru Senja.
“Hadeh, cuman mau nepi aja!” seru kesal gadis itu. Senja terkekeh ia menepikan motornya dari jalanan.

Senja dan gadis itu turun dari motornya. Senja dengan isengnya ia membuka jubah gadis itu. Gadis itu yang ternyata Rosela kesal dengan tindakkan Senja. Ia mengerucutkan bibirnya.
“Kamu, ini,” ujar Senja sambil tertawa. Rosela membuang muka dengan melipatkan tangannya di dada.


Dorr dorr dorr

Senja dan Rosela melototkan matanya. Mereka langsung menaiki motor. Tanpa, aba-aba lagi mereka melaju. Sedangkan, di belakang mereka ada beberapa motor mengekor.
“Rosela, kamu hubungi seseorang!” seru senja takut tidak di dengar Rosela. Rosela terdiam sejenak tapi ia cepat-cepat mencari ponselnya.


“Tes, 1 2 3. Gawat gawat bahaya ada di sini,” ujar Rosela entah memakai bahasa kode jika mereka dalam keadaan bahaya.
“Silahkan tinggalkan pesan dimana anda sekarang,” ujar seseorang. Rosela kesal ia menuliskan pesan. Senja tampak membawa kendaraan dengan liarnya. Rosela hanya bisa berdoa.

Bersambung ...

Jumat, 29 Maret 2019

kekuatan persahabatan bisa mengalahkan segala-galanya Part 2 (tatapan tajam Gita)


Cerpen ini karya : Wahyu sri sugesti
SMP 3 RANTAU PANJANG KECAMATAN SIMPANG HILIR
KABUPATEN KAYONG UTARA KALIMANTAN BARAT


Jam ketiga 

Tangan Karla dengan lihai mencatat sesesuatu yang ada di papan tulis. Sesekali matanya memandang ke arah papan tulis. Sahwa tidak fokus pada tulisan di papan tulis, pikirabbta penuh dengan masalah yang hadapinnya.  Matanya sekali-kali ke arah guru laki-laki yang posisinya tidak jauh darinya."Bapa," lirih Sahwa sambil tersenyum miris yang diketahui oleh siapapun. Dibarisan kedua dari depan Gita menatap sahwa penuh kebencian. Tanpa, sengaja Karla dan Sasa menatap Sahwa. Setika kilasan masa lalu Sahwa. Entah apa yang membuat Sasa tertidur. Ketika penglihatan sama-samar yang Karla lihat menjadi jelas ketika ia pula Sasa berada dialam mimpi tentang masa lalu Sahwa.2 tahun yang lalu

"Kou pileh die dan anak haram nie atau pileh aku dan anak kite," tanya seorang wanita terhadap pria yang disampingnya."saye memil)..." jawabnya bingung."kou pileh aku atau die," tanya sekali lagi Indri terhadap Raka."Oke kalo kou ndak bise jawab make tak nak temukan Gita lagi am," ujar Indri. Raka memeluk sahwa yang sayang Raka sebelum ia melepaskan Sahwa."Kumohon Ind. Biar aku dan anakku tinggal disini," ujar memohon Ghea."Keluar kou dare sini. Mulai saat ini dan seterusnya kou bukan sohibku lagi," ujar kasar Indri sambil membuka pintu. Ghea menatap Indri."Dasar kou anak tak tahu diri. Udah dibesarkan oleh keluargaku," ujarnya yang membuat Ghea tambah menangis. "

"Karla... Sasa..." tegur Raka didepan kelas.

"Tanggal 12 april 2017," filasat pelan Karla. Sasa menguap berusaha untuk mengumpulkan nyawanya. 

Sahwa dan Raka yang mengeryitkan dahi kearah Karla. Raka terdiam seribu bahasa terhadap Sahwa. 

"Bearti 2 tahun yang lalu." Ucap pelan Sasa ketika sudah mengumpulkan kembali nyawanya membuat kekagetan Raka dan Sahwa bertambah."Kemampuan Sasa meningkat...." bisik senang Mila.6 bulan kemudian

Bulan berganti bulan Sahwa dan Karla tambah akrab yang seseorang tambah membenci Sahwa."Loe tau gak kalau gue kemarin ketemuan same kak Arkan..." ucap Aska konyol memulai pembicaraan dengan geng alaynya."Oh, really Aska. Loe nggak boong. Niyeee. Ketemu sama dia yang notabennya adalah kakak kelas pindahan kita yang paling cakep tuh," ucap Milanie semangat yang disambut anggukan gengnya kecuali Gita. 

"Hey mereka tidak tahu, kali. Jika dia tidak bisa dibilang ganteng." Bisik Karla kepada Sahwa yang menngomen yang ia dengar percakapan geng yang sangat tengil. Sahwa hanya tersenyum maklum. Tapi, ketka tatapanya beradu dengan tatapan tajam mata kelereng madu milik Gita yang senada dengan matannya. Seketika
Bersambung...

Bagi yang ingin cerita lainnya dari aku silahkan wa kesri, nomorku


089691871061

kekuatan persahabatan bisa mengalahkan segala-galanya part 1 (Perkenalan)


Cerpen ini karya : Wahyu sri sugesti
SMP 3 RANTAU PANJANG KECAMATAN SIMPANG HILIR
KABUPATEN KAYONG UTARA KALIMANTAN BARAT

 Kelas 10 A

Harini adalah hari pertama sekolah bagi siswa-siswi baru terutama untuk seorang gadis yang tidak berkedung, yaitu Karla.
“Assalamuikum,” salam sambil senyum seorang gadis berkerudung kepada Karla yang sebelahnya.
“Walaikum salam,” jawab Karla.
“Siape nama kou tek,” tanya lagi gadis itu kepada Karla.
“Karla. Kalau kamu,” tanya Karla kepada gadis itu.
“Sahwa,” jawabnya.
“Waw, namamu begitu indah,” ucap kagum karla dengan mata berbinar.
“Selamat pagi semua,” ucap seorang wanita paruh baya berhijab biru mengakhiri keributan murid dikelas sekaligus pembicaraan seru antara karla dan sahwa. Dan, juga tatapan penuh kebencian seseorang dibarisan kedua dari depan.
“Selamat pagi, juga Bu guru,” jawab semua murid kompak.
“Perkenalkan nama Ibu Ghea. Ibu akan menjadi wali kelas kalian untuk satu tahun kemudian,” ujar wanita paruh baya tersebut.


WC

"Bro, gue nggak tahan lagi tinggal disini," ujar Arkan.
"Way kenapa," tanya Indra yang disambut Arkan mengedikkan bahu.

Kelas 11 C

Danu terdiam sambil melihat keluar jendela yang berada persis disebelahnya. Mila melihat Aka sambil tersenyum miris.

Bersambung...

Bagi yang ingin cerita lainnya dari aku silahkan wa kesri, nomorku


089691871061

Kamis, 31 Januari 2019

Kesadaran seorang Kelvin





Cerpen ini karya : Wahyu sri sugesti

KELAS: 8 SMP 3 RANTAU PANJANG KECAMATAN SIMPANG HILIR
KABUPATEN KAYONG UTARA KALIMANTAN BARAT


Di sebuah SMP ada seorang lelaki yang  dingin dan cuek namanya  Kelvin, tidak pernah senyum dengan siapapun dan anti dengan nasihat. Di sekolah hanya memilki satu teman yang baik hati namanya Alan. Namun perlakunnya 360 derajat berbeda dengan Alan memperlakukannya.  

***
“Kamu  lagi, lagi, lagi.” Mela(Kepsek) memberikan selembar surat kepada  Kelvin.
“Keluar kamu dari ruang saya sekarang!” Perintah Mela yang langsung dengan senang hati diikuti oleh  Kelvin.
Sementara 
 Kelvind engan santai membuang surat tersebut di tong sampah didekat ruang guru. “Itu surat apa  Kelvin?” tanya Alan yang berada di depan ruang kepsek karena menunggunya. Bukan menjawab lelaki itu mendorong bahu Alan sedikit keras sehingga membuatnya terhuyung. Lelaki duduk berjongkok dan bersedekap dada sambil memberi smrik. "Jangan sampai orang lain tahu." Kelvin berdiri sesudahnya tanpa membantu Alan. "Atau akan tahu akibatnya," lanjutnya yang membuat tubuh Alan bergemetaran. 


***

 “Perhatian bagi siswa yang bernama  Kelvin Abby Gunawan harap ke ruang kepala sekolah. Sekali lagi perhatian bagi siswa yang bernama  Kelvin Abby Gunawan harap ke ruang kepala sekolah.”

Pengumuman tersebut membuat Alan khawatir berlebihan sedangkan itu Kelvin hanya  melenggang santai. Sebelumnya juga Kelvin menyematkan dirinya untuk menepuk bahu Alan. 

***

“ Kelvin dimana orang tuamu?” tanya lugas Mela. Kelvin hanya menempelkan jari telunjuknya di dagunya, bersikap seolah-olah sedang berpikir. Mela yang melihat reaksi itu membentak Kelvin. Kelvin yang mendapat perlakukan itu hanya bisa tertawa pelan. 
“Sibuk, bu, ” jawab  Kelvin sekesannya. Mendapat jawaban itu membuat Mela sekali lagi memberi surat peringatan yang akan di buang nantinya. 

***
Hari selanjutnya dan seterusnya  runtitas Kelvin  selalu sama, di panggil kepsek, diberi  surat setelahnya akan  di buang suratnya. Setiap harinya Kelvin selalu membully Kelvin dan hanya di tanggapi senyumannya. Pada suatu hari niat  Kelvin ingin mencelakai Alan namun itu berbalik padanya.

***
 Kelvinmengerjap-gerjap matanya berulang-ulang kali. Ketika pandangannya melihat keselilingnya tanpa sengaja matanya  melihat  Alan. Seketika raut wajahnya berubah datar.

“Biarkan saja gue mati,” desis  Kelvin. 
"Jaga omonganmu, Kel! Saya menolongmu bukan karena kasihan tapi  ini adalah kewajiban kita harus saling menolong sesama.”  Kelvin mengerjapkan-ngerjapkan matanya sambil melihat sendu lelaki tersebut. 

“Maaf."

Mata Alan membesar mendengar perkataan maaf Kelvin untuk pertama kalinya. 
"Saya sudah memaafkan anda." 
"Tapi, Lan.
"Saya ingat kutipan bahasa inggris yang pernah saya baca di salah artikel yang Isinya,  “Life has no remote, get up and change it yourself.”  yang Artinya Hidup tidak memiliki kendali, maka bangun dan ubah hidupmu sendiri. Dari yang saya  kutipan ini berasal dari  Mark A Cooper." Kelvin tersenyum kecut. Tak lama kemudian lelaki itu tersenyum lebar. Lelaki itu bertekad berubah dan akan melupakan masa lalunya dan bangun kembali. 


SELESAI DAN SAMAPAI JUMPA 

Bagi yang ingin cerita lainnya dari aku silahkan waku, nomorku

089691871061



Kamis, 24 Januari 2019

Kita, berbeda sahabat




Puisi ini karya : Wahyu sri sugesti

KELAS: 8 SMP 3 RANTAU PANJANG KECAMATAN SIMPANG HILIR
KABUPATEN KAYONG UTARA KALIMANTAN BARAT


Aku bagaikan matahari
Sedangkan, engkau bulan
Aku dan engkau berbeda
Wahai sahabat ku yang tersayang
Aku dan engkau bisa bertemu
Ketika senja dan subuh tiba

 wahai kawan
Aku dan engkau berbeda
Aku, matahari yang menyinari dari pagi-sore
Kau, sahabat ketika senja menghilang engkau akan
Menyinari dunia sampai aku tebit engkau
Akan menghilang lagi

Engkau dan aku tidak akan selalu bersama
Kita berdua sama-sama memiliki tugas
untuk menyinari dunia

Kau tahu aku ingin kita tetap bersama-sama
Tapi kondisi, ini yang membuat ku dan engkau
Tidak bisa bersama-sama

Jadi, aku dan engkau tidak sama sahabat ku
Maafkan kawan aku, matahari

Bagi yang ingin puisi atau cerita lainnya dari aku silahkan inbox ke fb saya wahyu sri dan juga langsung inbox ke wattapad @WahyuSri5, nomorku