Latest Reviews

Mengatasi rasa benci atau tak suka, pada seseorang yang memberi luka, baik sengaja atau tidak

  Di jaman sekarang ketikkan atau omongan bisa memberi luka, baik sengaja atau tidak.  Karena, hal tersebut banyak orang menyimpan dendam. T...

Tampilkan postingan dengan label diksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diksi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 November 2021

Ibu, Quotes

 

Netra menyeruak dalam semesta, 

Berseru  nestapa atas dama yang hampir punah 

Bahkan dama   seseorang yang paling berjasa dalam hidup di abaikan

Tidak perlu bersedih mencari amaraloka 

Karena, Ibu  sudah memilikinya pada kita


note 

  • Amaraloka = Dunia kasih 
  • Dama = Kasih sayang
  • Netra = mata
  • Nestapa = kesedihan

Jumat, 12 November 2021

Kala Hujan Dan Senja

  


Bagakara menurun  menjadi senja

Sekumpulan rintik-rintik melaju menjadi hujan

Nabastala setenang laut

Menjadi semengerikan tsuami

 

Sabanaa nan indah sekejap mengerikan, 

Dalam akara nun jauh. 

Dingin menusuk sampai ke sukma,

Menuntun rasa malas tiap insan

 

Namun ...

Sekumpulan insan terjebak,

Melumpuhkan  ekspektasi


Note: 

  • Akara = Bayangan
  • Bagaskara = Matahari
  • Ekspektasi = adalah harapan kesenangan yang tidak konstan, yang timbul dari gagasan tentang sesuatu di masa mendatang
  • Nabastala = Langit
  • Saban =  Padang rumput yang ada pohonnya 

Sabtu, 06 November 2021

Renjana dan Pedar

 

Lirihan rasa ini berderu

Terkadang jeritan juga menderu

Atma bertentangan dalam rasa

Bumantara bui dalam larutan renjana

 

Antara renjana dan pedar

Kama selalu terselip setiap akara

Akara, dalam aksa bantin

Menyapu bersih harsa tersisa

 

Rendum dalam dada

Waktu melirih mencela

Mencela,  renjana  ilusi

Mengapa rasa hinggap?


  • Akara = Bayangan
  • Aksa = Mata
  • Atma = Jiwa
  • Bui = Penjara
  • Bumantara = langit
  • Harsa = kegembiaraan 
  • Ilusi = Tidak nyata
  • Lirihan = Lirih
  • Kama = Dipuji
  • Mencela = Memaki
  • Rendum = Mendung
  • Renjana = Rindu

Selasa, 02 November 2021

DASAR PENAKUT, ARKOSTIK



D aksa mengeming

A sa mengantung 

S endu menguasai

A marah memuncak

 R ealita yang ber-ambigu 


P ecundang itu ciri khas

E ngkau selalu bersembunyi di balik gajah

 N irwana kau seakan hirap

 A ngan kelabu 

 K erasnya kehidupan membuatmu menantang dunia

 U rungnya niatmu tuk menantang!

 T erlalu kecilnya nyalimu!


Note: 

  • Angan : Halu
  • Asa : Semanggat 
  • Daksa : Badan
  • Hirap : hilang
  • Kelabu : Sedih
  • Nirwana : Sempurna
  • Realita : Kenyataan
  • Sendu : Sedih 

Sabtu, 30 Oktober 2021

Kalbu, puisi

 


Dalam kalbu tercantum namamu

Dalam kalbumu tercantum namanya

Bena di pantai mencelaku 

Mencoba menyadariku

 

Tuhan adalah saksi biksu

Atas cerita kita

Kalbu menyimpan kenangan kita

Aksaku selalu terbayang, aksaramu

 

Setiap waktu terasa sepi

Karena, hadir membuat  bencana,

Bencana untuk memoriku


Note: 

  • Aksa = Mata
  • Aksara = Bayang
  • Bena = ombak
  • Kalbu = diksi 

Jumat, 29 Oktober 2021

ENTAHLAH (ARKOSTIK)

 


ENTAHLAH

(E) nggan terucap sudah

(N) irwana memang benar tiada di hidup ini

(A) sa seakan mengantung 

(H) irap sudah mengatakan realita

(L) idah seakan malas terucap

(A) mbigu yang terucap     

(H) irap sudah menjawab semuanya dengan aktual


Note: 

  • Aktual = Fakta
  • Asa = Harapan
  • Enggan = ragu
  • Hirap = hilang
  • Nirwana = Surga, Sempurna

Kamis, 28 Oktober 2021

Ketika rasa menjadi candu

 


Alunan resah dalam lenung

Menyapa menjadi virus

Virus menjadi candu

Dalam doa terselip dirimu

                 

Pedar dalam renjana

Akaramu terlihat jelas dalam lenung

Aksa tidak bisa memisahkan rasa

Rasa yang terjalin dari insan ke insan

Daksa dan hati

Bertentangan  dalam rasa

Rasa ini membara

Menjadi semanggat hidup


Note; 

  • Aksa = Mata
  • Aksara = Bayangan
  • Daksa = Badan
  • Insan = Manusia
  • Lenung = Kalbu, hati
  • Pedar = Benci
  • Renjana = Rindu