Latest Reviews

Mengatasi rasa benci atau tak suka, pada seseorang yang memberi luka, baik sengaja atau tidak

  Di jaman sekarang ketikkan atau omongan bisa memberi luka, baik sengaja atau tidak.  Karena, hal tersebut banyak orang menyimpan dendam. T...

Selasa, 16 November 2021

Kagum

Kala bagaskara menurun
Lenung menjadi pedih
Tak bisa mengapai
Langit dan bumi

Hanya bisa mengamgumi
Tanpa mengapai 


Note: 

  • Bagaskara = Matahari
  • Lenung = Hati 


Minggu, 14 November 2021

Ibu, Quotes

 

Netra menyeruak dalam semesta, 

Berseru  nestapa atas dama yang hampir punah 

Bahkan dama   seseorang yang paling berjasa dalam hidup di abaikan

Tidak perlu bersedih mencari amaraloka 

Karena, Ibu  sudah memilikinya pada kita


note 

  • Amaraloka = Dunia kasih 
  • Dama = Kasih sayang
  • Netra = mata
  • Nestapa = kesedihan

Sabtu, 13 November 2021

Hujan ...

 

Hujan,  itu seperti palapa

Palapa,  yang membawa berkah, 

Berkah tuk menyamarkan kristal yang muncul

Lantas, kenapa hadirnya selalu di benci 

 

 

Note

  •  Palapa = Memikat serta menarik hati 

Jumat, 12 November 2021

Kala Hujan Dan Senja

  


Bagakara menurun  menjadi senja

Sekumpulan rintik-rintik melaju menjadi hujan

Nabastala setenang laut

Menjadi semengerikan tsuami

 

Sabanaa nan indah sekejap mengerikan, 

Dalam akara nun jauh. 

Dingin menusuk sampai ke sukma,

Menuntun rasa malas tiap insan

 

Namun ...

Sekumpulan insan terjebak,

Melumpuhkan  ekspektasi


Note: 

  • Akara = Bayangan
  • Bagaskara = Matahari
  • Ekspektasi = adalah harapan kesenangan yang tidak konstan, yang timbul dari gagasan tentang sesuatu di masa mendatang
  • Nabastala = Langit
  • Saban =  Padang rumput yang ada pohonnya 

Selasa, 09 November 2021

Intan, Puisi Arkostik


 

I ndurasmi menyapa malu-malu

N irwananya dirimu

T eraman hirap jika bertemu denganmu, 

A nca mudah di lewati,  bersamamu

N ayanika membuat tersipu


  • Anca = Rintangan
  • Hirap = Hilang
  • Indurasmi =  Sinar rembulan
  • Nirwana = Sempurna
  • Teraman = Kegelapan
  • Nayanika = Mata yang indah dan memancarkan daya tarik

Sabtu, 06 November 2021

Renjana dan Pedar

 

Lirihan rasa ini berderu

Terkadang jeritan juga menderu

Atma bertentangan dalam rasa

Bumantara bui dalam larutan renjana

 

Antara renjana dan pedar

Kama selalu terselip setiap akara

Akara, dalam aksa bantin

Menyapu bersih harsa tersisa

 

Rendum dalam dada

Waktu melirih mencela

Mencela,  renjana  ilusi

Mengapa rasa hinggap?


  • Akara = Bayangan
  • Aksa = Mata
  • Atma = Jiwa
  • Bui = Penjara
  • Bumantara = langit
  • Harsa = kegembiaraan 
  • Ilusi = Tidak nyata
  • Lirihan = Lirih
  • Kama = Dipuji
  • Mencela = Memaki
  • Rendum = Mendung
  • Renjana = Rindu

Jumat, 05 November 2021

MIFTAHUL HUDA, PUISI ARKOSTIK



ahligai kami adalah dirimu
Insan yang selalu merapah buana
F air insanya
ermaktub dalam sekali
A stu selalu
H arsa membaur ketika bertemu
U ngkapan terima kasih tidak mau membalasmu,
L intang dalam hati 


H irap lara 
U ngkapan kata maaf untukmu
D amamu selalu terkenang
A nila kalah menyejukkan, darimu



Note: 

  • Anila = angin 
  • Astu = Puji
  • Dama = Cinta kasih
  • Fair (bahasa inggris yang artinya adil)
  • Hirap = Hilang
  • Lara = Sedih
  • Lintang = Bintang 
  • Mahligai = istana 
  • Termaktub = Tercantum